Rabu, 05 Maret 2014

~POWDER SNOW~ -part 1

Seorang anak laki-laki terdiam menatap langit malam itu. Anak laki-laki itu duduk sambil beberapa kali membetulkan letak kacamatanya. Raut mukanya tampak bingung. Entah apa yang sedang anak itu pikirkan. Tapi, kemudian datang seorang anak perempuan yang duduk di sampingnya dan menyandarkan kepalanya di bahu anak laki-laki itu. Anak laki-laki itu hanya menoleh dan menatap anak perempuan itu dengan pandangan serba salah. Tiba-tiba anak perempuan itu mengangkat kepalanya dan menatap lurus ke mata anak laki-laki itu dan tersenyum.

          “Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.Tenang saja.” ujar anak perempuan itu sambil mengelus kepala anak laki-lakiitu.

          Kenapa kau baik padaku setelah semua ini?, batin anak laki-laki itu sambil mengelus pipi anak perempuan disampingnya.

          “Ah, salju!!” teriak anak perempuan itu sambil beranjak dari tempatnya duduk dan menarik tangan anak laki-lakitersebut.

          Butiran-butiran salju di musim dingin tahun ini mulai jatuh. kedua anak itu tersenyum sambil menengadahkan tangannya menyambut butir-butir salju yang selalu mereka nantikan setiap tahunnya.

          “Wah, jika salju tahun ini bisa setebal tahun lalu, mungkin kita bisa membuat manusia salju lagi ya!” kata anak perempuan itu sambil tersenyum. Anak laki-laki itu menoleh dan tersenyum pada anak perempuan di depannya.

          “Mungkin…” anak perempuan itumenghentikan kalimatnya sekaligus menghentikan langkahnya tanpa sekalipun menoleh ke arah anak laki-laki yang sedari tadi memandangnya dari belakang, “…ah,tidak jadi. Ah, aku hanya berharap kau bahagia. Biarpun kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi, biarpun sekarang yang di sisimu bukan aku lagi. Tapi, kita….”anak perempuan itu tidak melanjutkan kalimatnya, tapi ia menoleh perlahan kearah anak laki-laki itu.

          “Tapi kita..apa?” tanya anak laki-lakiitu bingung.

          Anak perempuan itu mengambil nafas panjang-panjang dan tersenyum yang tampaknya sedikit ia paksakan. “Tapi kitamasih sahabat kan?” lanjutnya.

          Raut muka anak laki-laki itu sedikit bingung, kecewa, tapi senang. Ia pun mengangguk dan tersenyum.

          “Syukurlah~~ aku kira setelah ini kau tidak mau jadi sahabatku lagi. Kalau begitu aku pergi dulu. Kau nikmati saja salju-salju ini. Aku ada urusan lain. Sampai ketemu setelah tahun baru minggu depan.” Anak perempuan itu melangkah pergi sambil melambaikan tangannya.

          “O, sampai jumpa!” Anak laki-laki itu membalas lambaian tangan dengan hanya mengangkat satu tangannya.

          Anak perempuan itu menatap anak laki-laki yang mengalihkan pandangannya ke butiran-butiran salju, menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan lalu berbisik, “semoga bahagia, sampai jumpa…”

--------------------------------------------------------------------------------------

Awal April, saat tahun ajaran baru dimulai di SMA Ikejima. Seorang anak laki-laki berseragam rapi dengan rambut hitam rapi tersenyum melihat daftar pembagian kelas yang terpampang di papan pengumuman. kemudian tanpa sadar ia mengepalkan kedua tangannya dan berteriak senang di dalam hati.Tak disangka seorang anak perempuan berambut hitam panjang dengan sebuah headphone di telinganya menyenggolnya dari samping.

“Se-i-ji-kun~~” sapa anak perempuan itu sambil memiringkan kepalanya untuk mengamati ekspresi anak laki-laki tadi dengan cermat. Anak laki-laki yang dipanggil Seiji tadi terkejut dan tersenyum sambil melepaskan headphoneyang melekat di kepala anak perempuan itu.

“Hi-ka-ri-chan~” sapa Seiji sambil merapikan rambut anak perempuan yang dipanggil Hikari barusan, “kita sekelas lagi, lho~”

Mata Hikari terbelalak senang. “BENARKAH??? Senangnya~~ Lalu…” Hikari menghentikan kalimatnya dan menatap Seiji yang masih tersenyum.

Seiji yang tahu kelanjutan kalimat Hikari berkata, “Hayato kan? Dia juga sekelas dengan kita. Dan sekelas juga dengan Tamagawa Yukari juga…” Seiji mengatakan kalimat terakhirnya dengan penuh keraguan dan menatap Hikari yang tersenyum.

“Hikari-chan, kau baik-baik saja kan?”

“Un, tenang saja. Aku baik-baik saja kok. Terserah mereka berdua di kelas mana, asal aku sekelas dengan Seiji-kun aku sudah sangat senang” ujar Hikari senang tanpa memindahkan pandangannya ke papan pengumuman pembagian kelas. Nama Sakuraba Seiji berada di bawah namanya, Saejima Hikari,dan tak jauh dari nama keduanya terpampang nama Tamagawa Yukari dan di bawahnya tepat ada nama Tamamori Hayato. Hikari-pun menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan sambil kembali memasang headphone-nya.

“Jangan dipakai lagi. Sudah saatnya masuk kelas.” kata Seiji sambil menahan agar Hikari tidak memakai headphone-nya dan kemudian menggandeng Hikari masuk ke dalam kelas.

Saat akan masuk ke dalam kelas, seorang anaklaki-laki tampan dan seorang anak perempuan yang sangat cantik yang saling bergandengan tangan melihat gerak-gerik Seiji dan Hikari yang sangat akrab dibangku mereka paling belakang. Melihat anak laki-laki yang digandengnya melihatke arah lain, anak perempuan itu mulai bergelayut manja.

“Hayato-kun, ayo~” pinta anak perempuan itu pada anak laki-laki yang dipanggil Hayato untuk segera duduk. Tapi Hayato berdiri tidak bergeming, ia hanya menatap ke arah tempat duduk Seiji dan Hikari. Membayangkan dirinya tahun ajaran lalu masih berada di antara keduanya.

“Haaayaaatooo-kun~~~” panggil anak perempuan itumanja yang membuat Hayato dengan terpaksa menoleh ke arahnya.

“Hm? Ada apa Yukari-chan?” tanya Hayato polos sambil membetulkan letak kacamatanya. Anak perempuan yang dipanggil Yukari memberikan senyum manisnya.

“Ayo duduk~ Sebentar lagi pelajaran sudah di mulai. Hayato-kun duduk di sampingku ya~” pinta Yukari dengan tatapan imut. Hayato tidak bisa berbuat apa-apa selain tersenyum dan mengambil bangku di samping Yukari. Dia paling tidak bisa menolak Yukari jika Yukari sudah memasang tampang imutnya.



Di bagian lain kelas 3-1, di bangku bagian belakang,Hikari melihat tingkah Hayato dan Yukari dengan penuh konsentrasi. Seiji yang duduk di sampingnya melihat Hikari dengan penuh kehangatan dan menepuk-nepuk kepala Hikari sambil tersenyum tanpa henti. Hikari menoleh ke arah Seiji dan selalu ikut tersenyum setiap melihat sahabat sejak kecilnya ini tersenyum. Ia pun menyentuh pipi Seiji.

“Makasih, ya, Seiji-kun~” ujar Hikari tersenyum sambil memasang kembali headphone-nya. Seiji menelan ludah, mukanya memerah dan dengan masih tetap tersenyum dia mengangguk sambil memegang pipi yang dipegang oleh Hikari tadi.

“Hikari-chan…”

“Un?”

“Kenapa kau memasang headphone padahal itu sama sekali tidak tersambung dengan apa-pun?”

“Ne, Seiji-kun…Seseorang yang memakai ini biarpuntidak ada musik yang tersambung artinya dia ingin orang lain mengira bahwa dirinya mendengarkan musik dan tidak mendengarkan apa yang terjadi disekitarnya. Yah, aku memakai ini karena aku hanya ingin mendengar apa yang ingin aku dengar.”

Seiji tersenyum, ia menimpali, “Hikari-chan,terkadang seseorang perlu mendengarkan apa yang seharusnya tidak mereka dengar hanya agar orang itu…”

Tiba-tiba seorang guru masuk ke dalam kelas dan memotong pembicaraan Seiji dan Hikari. Hikari menatap Seiji dan melepaskan headphone-nya.

“Ne, Seiji-kun..”

“Hmm?”

“Aku sudah melepaskannya, kau harus bertanggungjawab setelah ini.”

“Ee? Apa maksudmu?”

Hikari tersenyum dan memberikan tanda bahwa pelajaran telah dimulai. Seiji menatap Hikari penuh makna dan tersenyum.

Sedangkan di sudut lain kelas itu, Hayato menatap kedua sahabatnya dengan penuhperasaan rindu. Lalu ia menatap ke sampingnya, ke arah Yukari, kekasih yang ia perjuangkan lebih dari setahun lamanya yang akhirnya ia dapatkan setelah bersaing dengan beberapa anak laki-laki lainnya, ia bahagia. Tapi, di lubuk hatinya, ia berpikir, apakah ini yang dinamakan kebahagiaan?


-------------------------------------to be continued------------------------------------



[cuap2 saia]
hahaha~~ sedang ada mood untuk membuat sebuah tulisan,, dan teringat akan sebuah project dengan seorang teman untuk membuat sebuah cerita,, terakhir menulis cerita genre ini sudah lamaaaaaaa sekali~~ sedikit kangen masa2 itu, tp sudahlah, NO REGRET!! Mohon kritik n sarannya ya~~ nge-random juga g apa~ mau di share juga g apa~ hoho~

Dan saia membuat tokoh-tokoh disini belum kepikiran seperti apa mereka,, tp karena saia bikin cerita ini jam 9 malem hari ini (2014.03.05) jd masih random kira2 tokoh Hikari, Hayato, Seiji n Yukari seperti apa? Gimana kelanjutan kisah mereka? Siapa aja tokoh yang ada di cerita ini, masih ntar lanjut di part 2 yang ntah kapan berlanjutnya, tergantung dgn mood hati saia~ hohoho~
Ini saia kasi gambaran Seiji n Hayato dulu~~ mau digambarkan laen juga g masalah~ ini hanya gambaran tokoh Seiji n Hayato dlm benak saia~~

bayangkan jika Anda melihat ke langit malam Anda melihat ini:



Sakuraba Seiji





Tamamori Hayato

(english version will update soon)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar