Seorang anak laki-laki terdiam menatap langit malam itu. Anak
laki-laki itu duduk sambil beberapa kali membetulkan letak kacamatanya.
Raut mukanya tampak bingung. Entah apa yang sedang anak itu pikirkan.
Tapi, kemudian datang seorang anak perempuan yang duduk di sampingnya
dan menyandarkan kepalanya di bahu anak laki-laki itu. Anak laki-laki
itu hanya menoleh dan menatap anak perempuan itu dengan pandangan serba
salah. Tiba-tiba anak perempuan itu mengangkat kepalanya dan menatap
lurus ke mata anak laki-laki itu dan tersenyum.
“Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja.Tenang saja.” ujar anak perempuan itu sambil mengelus kepala anak laki-lakiitu.
Kenapa kau baik padaku setelah semua ini?, batin anak laki-laki itu sambil mengelus pipi anak perempuan disampingnya.
“Ah, salju!!” teriak anak perempuan itu sambil beranjak dari tempatnya
duduk dan menarik tangan anak laki-lakitersebut.
Butiran-butiran salju di musim dingin tahun ini mulai jatuh. kedua anak
itu tersenyum sambil menengadahkan tangannya menyambut butir-butir
salju yang selalu mereka nantikan setiap tahunnya.
“Wah, jika salju tahun ini bisa setebal tahun lalu, mungkin kita bisa
membuat manusia salju lagi ya!” kata anak perempuan itu sambil
tersenyum. Anak laki-laki itu menoleh dan tersenyum pada anak perempuan
di depannya.
“Mungkin…” anak perempuan
itumenghentikan kalimatnya sekaligus menghentikan langkahnya tanpa
sekalipun menoleh ke arah anak laki-laki yang sedari tadi memandangnya
dari belakang, “…ah,tidak jadi. Ah, aku hanya berharap kau bahagia.
Biarpun kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi, biarpun sekarang yang
di sisimu bukan aku lagi. Tapi, kita….”anak perempuan itu tidak
melanjutkan kalimatnya, tapi ia menoleh perlahan kearah anak laki-laki
itu.
“Tapi kita..apa?” tanya anak laki-lakiitu bingung.
Anak perempuan itu mengambil nafas panjang-panjang dan tersenyum yang
tampaknya sedikit ia paksakan. “Tapi kitamasih sahabat kan?” lanjutnya.
Raut muka anak laki-laki itu sedikit bingung, kecewa, tapi senang. Ia pun mengangguk dan tersenyum.
“Syukurlah~~ aku kira setelah ini kau tidak mau jadi sahabatku lagi.
Kalau begitu aku pergi dulu. Kau nikmati saja salju-salju ini. Aku ada
urusan lain. Sampai ketemu setelah tahun baru minggu depan.” Anak
perempuan itu melangkah pergi sambil melambaikan tangannya.
“O, sampai jumpa!” Anak laki-laki itu membalas lambaian tangan dengan hanya mengangkat satu tangannya.
Anak perempuan itu menatap anak laki-laki yang mengalihkan pandangannya
ke butiran-butiran salju, menarik nafas panjang dan menghembuskannya
perlahan lalu berbisik, “semoga bahagia, sampai jumpa…”
--------------------------------------------------------------------------------------
Awal
April, saat tahun ajaran baru dimulai di SMA Ikejima. Seorang anak
laki-laki berseragam rapi dengan rambut hitam rapi tersenyum melihat
daftar pembagian kelas yang terpampang di papan pengumuman. kemudian
tanpa sadar ia mengepalkan kedua tangannya dan berteriak senang di dalam
hati.Tak disangka seorang anak perempuan berambut hitam panjang dengan
sebuah headphone di telinganya menyenggolnya dari samping.
“Se-i-ji-kun~~”
sapa anak perempuan itu sambil memiringkan kepalanya untuk mengamati
ekspresi anak laki-laki tadi dengan cermat. Anak laki-laki yang dipanggil Seiji tadi terkejut dan tersenyum sambil melepaskan headphoneyang melekat di kepala anak perempuan itu.
“Hi-ka-ri-chan~” sapa Seiji sambil merapikan rambut anak perempuan yang dipanggil Hikari barusan, “kita sekelas lagi, lho~”
Mata
Hikari terbelalak senang. “BENARKAH??? Senangnya~~ Lalu…” Hikari
menghentikan kalimatnya dan menatap Seiji yang masih tersenyum.
Seiji
yang tahu kelanjutan kalimat Hikari berkata, “Hayato kan? Dia juga
sekelas dengan kita. Dan sekelas juga dengan Tamagawa Yukari juga…”
Seiji mengatakan kalimat terakhirnya dengan penuh keraguan dan menatap
Hikari yang tersenyum.
“Hikari-chan, kau baik-baik saja kan?”
“Un,
tenang saja. Aku baik-baik saja kok. Terserah mereka berdua di kelas
mana, asal aku sekelas dengan Seiji-kun aku sudah sangat senang” ujar
Hikari senang tanpa memindahkan pandangannya ke papan pengumuman
pembagian kelas. Nama Sakuraba Seiji berada di bawah namanya, Saejima
Hikari,dan tak jauh dari nama keduanya terpampang nama Tamagawa Yukari
dan di bawahnya tepat ada nama Tamamori Hayato. Hikari-pun menarik nafas
panjang dan menghembuskannya perlahan sambil kembali memasang headphone-nya.
“Jangan dipakai lagi. Sudah saatnya masuk kelas.” kata Seiji sambil menahan agar Hikari tidak memakai headphone-nya dan kemudian menggandeng Hikari masuk ke dalam kelas.
Saat
akan masuk ke dalam kelas, seorang anaklaki-laki tampan dan seorang
anak perempuan yang sangat cantik yang saling bergandengan tangan
melihat gerak-gerik Seiji dan Hikari yang sangat akrab dibangku mereka
paling belakang. Melihat anak laki-laki yang digandengnya melihatke arah
lain, anak perempuan itu mulai bergelayut manja.
“Hayato-kun,
ayo~” pinta anak perempuan itu pada anak laki-laki yang dipanggil
Hayato untuk segera duduk. Tapi Hayato berdiri tidak bergeming, ia hanya
menatap ke arah tempat duduk Seiji dan Hikari. Membayangkan dirinya
tahun ajaran lalu masih berada di antara keduanya.
“Haaayaaatooo-kun~~~” panggil anak perempuan itumanja yang membuat Hayato dengan terpaksa menoleh ke arahnya.
“Hm?
Ada apa Yukari-chan?” tanya Hayato polos sambil membetulkan letak
kacamatanya. Anak perempuan yang dipanggil Yukari memberikan senyum
manisnya.
“Ayo duduk~ Sebentar lagi pelajaran sudah di
mulai. Hayato-kun duduk di sampingku ya~” pinta Yukari dengan tatapan
imut. Hayato tidak bisa berbuat apa-apa selain tersenyum dan mengambil
bangku di samping Yukari. Dia paling tidak bisa menolak Yukari jika
Yukari sudah memasang tampang imutnya.
Di
bagian lain kelas 3-1, di bangku bagian belakang,Hikari melihat tingkah
Hayato dan Yukari dengan penuh konsentrasi. Seiji yang duduk di
sampingnya melihat Hikari dengan penuh kehangatan dan menepuk-nepuk
kepala Hikari sambil tersenyum tanpa henti. Hikari menoleh ke arah Seiji
dan selalu ikut tersenyum setiap melihat sahabat sejak kecilnya ini
tersenyum. Ia pun menyentuh pipi Seiji.
“Makasih, ya, Seiji-kun~” ujar Hikari tersenyum sambil memasang kembali headphone-nya.
Seiji menelan ludah, mukanya memerah dan dengan masih tetap tersenyum
dia mengangguk sambil memegang pipi yang dipegang oleh Hikari tadi.
“Hikari-chan…”
“Un?”
“Kenapa kau memasang headphone padahal itu sama sekali tidak tersambung dengan apa-pun?”
“Ne,
Seiji-kun…Seseorang yang memakai ini biarpuntidak ada musik yang
tersambung artinya dia ingin orang lain mengira bahwa dirinya
mendengarkan musik dan tidak mendengarkan apa yang terjadi disekitarnya.
Yah, aku memakai ini karena aku hanya ingin mendengar apa yang ingin
aku dengar.”
Seiji tersenyum, ia menimpali,
“Hikari-chan,terkadang seseorang perlu mendengarkan apa yang seharusnya
tidak mereka dengar hanya agar orang itu…”
Tiba-tiba seorang guru masuk ke dalam kelas dan memotong pembicaraan Seiji dan Hikari. Hikari menatap Seiji dan melepaskan headphone-nya.
“Ne, Seiji-kun..”
“Hmm?”
“Aku sudah melepaskannya, kau harus bertanggungjawab setelah ini.”
“Ee? Apa maksudmu?”
Hikari tersenyum dan memberikan tanda bahwa pelajaran telah dimulai. Seiji menatap Hikari penuh makna dan tersenyum.
Sedangkan
di sudut lain kelas itu, Hayato menatap kedua sahabatnya dengan
penuhperasaan rindu. Lalu ia menatap ke sampingnya, ke arah Yukari,
kekasih yang ia perjuangkan lebih dari setahun lamanya yang akhirnya ia
dapatkan setelah bersaing dengan beberapa anak laki-laki lainnya, ia
bahagia. Tapi, di lubuk hatinya, ia berpikir, apakah ini yang dinamakan
kebahagiaan?
-------------------------------------to be continued------------------------------------
[cuap2 saia]
hahaha~~ sedang ada mood untuk membuat sebuah
tulisan,, dan teringat akan sebuah project dengan seorang teman untuk
membuat sebuah cerita,, terakhir menulis cerita genre ini sudah
lamaaaaaaa sekali~~ sedikit kangen masa2 itu, tp sudahlah, NO REGRET!!
Mohon kritik n sarannya ya~~ nge-random juga g apa~ mau di share juga g apa~ hoho~
Dan
saia membuat tokoh-tokoh disini belum kepikiran seperti apa mereka,, tp
karena saia bikin cerita ini jam 9 malem hari ini (2014.03.05) jd masih
random kira2 tokoh Hikari, Hayato, Seiji n Yukari seperti apa? Gimana
kelanjutan kisah mereka? Siapa aja tokoh yang ada di cerita ini, masih
ntar lanjut di part 2 yang ntah kapan berlanjutnya, tergantung dgn mood
hati saia~ hohoho~
Ini saia kasi gambaran Seiji n Hayato dulu~~ mau digambarkan laen juga g masalah~ ini hanya gambaran tokoh Seiji n Hayato dlm benak saia~~
bayangkan jika Anda melihat ke langit malam Anda melihat ini:
Sakuraba Seiji
Tamamori Hayato
(english version will update soon)
Adventure of Life
Every life has its own adventure
Rabu, 05 Maret 2014
Sabtu, 16 November 2013
Minggu, 27 Oktober 2013
My Family is My Eternal Adventure
I'll tell you about myself...
I was born in Malang, in September 17th 1991, in a ordinary family...
With my mom, my dad, my grandma, and my sisters (I have to sisters)
My family is warm but discipline, when the time to study, u have to study no matter what, when u have to be at home at 8 u have to be at home before 8, just like that.
Why I said my family is my adventure?
Yeah, from the first time we born to this wild world until we back to our very first place *read:die* the only we have is our family. So, my life adventure is begin from my family.
This is my mom and my dad.
This is my eldest sister and her first son *I don't have any of his husband's picture*
And this my elder sister with her family.
And where is me?? That's a secret... You can just look over my profile in facebook or twitter.
But, my really adventure is already began. My first adventure question is where I have to find my family happiness before my own happiness?
I was born in Malang, in September 17th 1991, in a ordinary family...
With my mom, my dad, my grandma, and my sisters (I have to sisters)
My family is warm but discipline, when the time to study, u have to study no matter what, when u have to be at home at 8 u have to be at home before 8, just like that.
Why I said my family is my adventure?
Yeah, from the first time we born to this wild world until we back to our very first place *read:die* the only we have is our family. So, my life adventure is begin from my family.
This is my mom and my dad.
This is my eldest sister and her first son *I don't have any of his husband's picture*
And this my elder sister with her family.
And where is me?? That's a secret... You can just look over my profile in facebook or twitter.
But, my really adventure is already began. My first adventure question is where I have to find my family happiness before my own happiness?
Sabtu, 26 Oktober 2013
First Post After A Long Time I had This Blog
Actually, I use Indonesian as my daily language, but I know that this is a global period, so I'll try to use English. I'm still learning, so if you find my mistake I don't mind if you tell me where I do wrong.
For this first post after long time *I usually use tumblr* I realized that I have to make my connection wider. So, I really think what I should post in my blog. Should I just write about my daily adventure? or should I just write about my head adventure?
I had a lot of unfinished story. Maybe in my next post I'll try to post my story here.
And thank you your time to read this *if there's a reader* :3
For this first post after long time *I usually use tumblr* I realized that I have to make my connection wider. So, I really think what I should post in my blog. Should I just write about my daily adventure? or should I just write about my head adventure?
I had a lot of unfinished story. Maybe in my next post I'll try to post my story here.
And thank you your time to read this *if there's a reader* :3
Langganan:
Komentar (Atom)

